accept, respect & love

Muka basah dengan air mata 

Badan gemetar merasakan panasnya api

Melewati hanyalah pilihannya 

Tantangan,  pertentangan,  kesendirian akan membakar jiwa 

Berteriak untuk menyerah lagi 

Menarik diri untuk mundur lagi 

Ku dengar bisikan bertanya,  “apa goal kamu?” 

Dengan suara bergetar ku jawab,  “to love,  respect and accept myself” 

Dengan tau akan panas,  akan sakit,  akan terluka, mungkin lebih dari sebelumnya 

Ku tetap melangkah, melewati bara dan kobaran api

Jangan takut..  Kali ini pun,  jangan takut 

Beranilah melangkah walau panas dan sakit 

Beranilah menjadi diri mu dan menciptakan kebahagiaan mu,  Indah…  

Hard to breathe

Lost in your own breath

Struggling to emerge from the darkness within 

Created your own tomb 

Suicide isn’t always shooting yourself or drinking poison 

Suicide can be slow,  subtle 

An addiction to pain,  that kills silently 

Eats your whole being,  your soul

It starts from the difficulty  to breathe 

And again it blows to your last strike 

Who are you? 

Looking into the mirror 

Not recognizing the reflection in it

Who is that person? 

What is the story behind that sad smile? 

Why is she holding on to that much sorrow? 

Isn’t the pain enough? 

Why can’t she cry anymore? 

Why is she bottling all those emotions inside? 

When there’s just so much beauty inside 

Hey 

Hey!  

Sudahkah kamu benar-benar melihat dirimu? 

Mata sendu,  kelabu memayungi bibirmu 

Yang sudah terjadi adalah lalu 

Usah di sesali,  di tangisi dan di marahi 

Maafkan dirimu adalah utama 

Menangis dan merasa bukan tabu 

Jadi hey…  Menangislah…  

Tapi jangan kau mengalah pada masa lalu 

Hey…  Angkat dagumu…  Ukir senyummu…. 

Rangkul dirimu,  seutuhnya 

Dengan segala cela… Kamu Indah…  Utuh….