Hari ini

Hari ini, aku rindu kamu

Senyummu

Pojok pertama kita bertemu

Hari-hari itu seakan terulang kembali

Temanmu menyebut namamu hari ini

Aku hanya bisu

Karena ingin meneriakkan kurindu kamu

Rindu suaramu, senyummu dan percakapan kita

Mungkin kamu sudah terbiasa tak ada aku sekarang

Tapi aku tidak

The end

Advertisements

Gemuruh

Hujan lagi

Suara gemuruh hujan seirama kekalutan hatiku

Rindu suaramu, rindu senyummu, lagi

Tak ada sehari pun absen kamu mengunjungiku

Walau hanya dalam pikiranku

Tahukah kamu, tak pernah ku bermaksud memaksakan sayangku ini

Tahukah kamu, aku egois karena rindu kehangatanmu

Jiwamu yang kamu sembunyikan di balik senyummu

Tahukah kamu, inginku untuk menyelami dirimu, seutuhnya

Menyayangimu sepenuhnya

Tapi apa daya jika kamu sudah muak padaku

Sekuat apapun ku mencoba, aku tetap tak berdaya

Karena sebenarnya…

Kurasa kamu sudah tahu, hati ini masih untukmu, Rajaku

[not] silence

It’s me

I did this to myself

I love too much

That it only comes out as fire

Everyone is blinded by it

No one sees who I really am

A person who is sad

A person who breaks every time she’s angry

I can’t hate

Under the anger, is pain

Like a wounded animal who is protecting itself from getting more hurt

But no one sees it

No one sees how I too need to be understood

No one sees how I need gentleness not ignorance

No one sees how vulnerable my heart is

No one sees I cry every time I’m angry

No one sees how shattered my heart is

I thought you would, but you don’t

Coz no one does, no one does

Membeku

Rasa tak bertuan lagi

Kata tak berbalas lagi

Dunia digital sudah menyampaikan pesan

Yang entah terbaca atau tidak

Dingin, mati

Hanya berupa kata yang tak bernyawa

Mungkin kau bisa merasa jiwaku di dalamnya

Mungkin tidak sama sekali

Kau tahu, semua kebisuan ini membekukan seluruh diriku

Salah terus aku dibuatnya

Dan, air mata pun menetes lagi

Aku gagal oleh kebodohanku sendiri

I remember

Last year, I walked on fire (literally), I cried and answered, “to accept, respect and love myself,” to the question, “what’s your goal?” That moment, I’ve forgotten as time went by. I forgot my own promise to myself.

Everytime I fell, and get my heart broken, I end up hurting and blaming myself. No respect and love for myself.

I thought this time it would be different. He would be different. So, I opened my heart again. Trusting again. Believing in the impossible. I should have trusted my instinct from the start. Well, regret is useless. I took the plunge, I gave it all I’ve got and ended up with my heart shattered.

I shouldn’t be crying. I made the choice, and with that is this consequence.