Boom! Meledak kembali semua kenangan
Tentang yang pernah mampir mengisi
Raga, hati, jiwa, dan angan
Memenuhinya lagi tanpa permisi

Dia hanya mampir sekejap
Bukan mau tinggal
Sebentar saja akan lenyap
Meninggalkanmu terpenggal
Meratap
Tersengal-sengal

Jaga jarak selagi sempat
Karena dia selalu terbang sesukanya
Berhenti berharap dia akan menetap
Karena dirimu sendiri yang teraniaya

Jadilah jiwa yang bebas
Terbang dibawa angin dan menari

Spiral

Perasaan gak sebecanda itu
Macam spiral melingkar kebawah
Hati harusnya gak selemah itu
Membiarkan otak tak bekerja

Lelah, marah, kecewa dibuatnya
Pada diri sendiri, bukan orang lain
Jadi untuk apa merasa merana
Jika semua ternyata jadi permainan?

Setiap sel, setiap organ tubuh ada gunanya
Jadi gunakan sepenuhnya
Dirimu bukan mainan

accept, respect & love

Muka basah dengan air mata

Badan gemetar merasakan panasnya

Melewati hanyalah pilihannya

Tantangan,pertentangan,kesendirian akan membakar jiwa,

Berteriak untuk menyerah lagi

Menarik diri untuk mundur lagi

Lalu kudengar bisikan bertanya,”apa goal kamu?”

Dengan suara bergetar ku jawab,”to love,respect and accept myself”

Dengan tau akan panas,akan sakit,akan terluka, mungkin lebih dari sebelumnya

Ku tetap melangkah, melewati bara dan kobaran api

Jangan takut..Kali ini pun,jangan takut
Beranilah melangkah walau panas dan sakit

Beranilah menjadi diri mu dan menciptakan kebahagiaan mu, Indah…

Hard to breathe

Lost in your own breath

Struggling to emerge from the darkness within 

Created your own tomb 

Suicide isn’t always shooting yourself or drinking poison 

Suicide can be slow,  subtle 

An addiction to pain,  that kills silently 

Eats your whole being,  your soul

It starts from the difficulty  to breathe 

And again it blows to your last strike