Dimengerti

Setiap manusia hanya ingin dimengerti. Saya hanya ingin dimengerti. Dibalik bagian luar saya yg keras, dibalik semua kemarahan, saya ngerasa sendiri karena orang lain sering salah paham.

Bahkan ketika cara komunikasi saya sudah di rubah pun, masih tetap sama. End up nya malah saya tambah ngerasa sendiri dan salah.  Lagi” saya yg di cap berlebihan.

Don’t judge.  Tapi malah menghakimi, menuduh. Saya gak bilang saya sempurna dan gak pernah menghakimi/menilai orang.  Saya sadar bgt tiap saya melakukannya utk melatih menguranginya.  Cuma masih aja orang menilai saya berniat gk baik, membuat org ngerasa bersalah.

Bahkan ketika saya pake cara lain utk ngmg pun malah saya yg diabaikan. Saya juga heran masih aja usaha, udh dicuekin padahal…  I’m so stubborn.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s