Waktu

Beku. Sesaat hati dan pikiran saya terhenti. Jari” saya pun berhenti mengetik. Seperti ada yg menekan tombol pause di momen ini. 

Terbangun dgn airmata yg menolak keluar di ujung mata. Pikiran bertanya, apa saya mau melewati ini lagi? Rasa sakit yg berulang”? Apa gak capek? Ketika yg merugi dan terluka diri sendiri.  Ketika yg  terhenti hati sendiri. Lalu untuk apa?

Hati sejati tau yg sesungguhnya tanpa perlu membuktikan. Jadi kalau mau nangis ya nangis aja. Berhenti menolak rasa dlm hati.  Berhenti menolak rasa sakit yg ada, karena jadi makin mendalam.

Ini proses pendewasaan. Proses kehidupan. Proses menuju sesuatu yg menakjubkan yg mata masih belum melihat.  Saya akan melihatnya. Karena saya melihat kekuatan saya mulai bangkit walau perlahan. Walau kadang yg diinginkan hanyalah menghilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s