For better for worse

Beberapa hari ini ada percakapan ttg memikirkan “hal yg terburuk” yg bakal terjadi. Jadi, temen saya ini punya kebiasaan mikirin hal terburuk. Saya juga suka begitu, dan jadinya malah habis mikirin “bagaimana kalau”.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana kalau yg dianggap terburuk justru terjadi sebaliknya? I got a feeling he has this thought in the back of his mind. He just wants to keep it private. Ya kaann?😀

Tahun lalu, 3 orang terdekat ngasih feedback yg mirip. 1 kaki basah kerendam air, 1 lagi gk mau maju jadi ragu. Lah, udah kepalang basah kenapa juga ditahan.. Nanti kaki yg basah malah bisa kram. Intinya adalah.. Kalo udh maju ya maju aja karena 2 hal bisa terjadi better or worse. Yg mana yg terjadi tergantung niatnya kan? Jadii… Kalaupun yg terpikir yg terburuk, tapi hati mendorong ke arah yg berbeda gimana? Jawabannya misteri bukan? We’ll never really know until it really happens. And u know that don’t u, my dear friend?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s