Gagal move on

Sebuah istilah yg jadi umum dipakai org skrg ktika patah hati, putus cinta, ditolak atau apapun yg melibatkan moving on.

Move on, kedengeran lbh enak dari lanjutin hidup. Walaupun artinya kurang lbh sama. Eniwei… Bukannya hidup emg gitu ya, terus bergerak. Seberapapun kecepatannya. Pertanyaannya, bergerak kemana? Bergerak di tempat sama aja boong katanya. Ya itu gagal move on.

Tipe gagal move on tiap org juga beda. Ada yg nangis berhari” sampe mata memar sembab ky abis dipukulin. Ada yg pura” semua gk pernah terjadi. Ada yg jadi kaya’ org gila krn bingung dan bengong aja. Ada yg menyangkal dan menganggap semua itu halusinasi. Ada yg nyalahin orang atau keadaan. Ada yg jadi gk mau makan. Ada juga yg jadinya malah makin banyak makannya. Dan kalau yg seperti saya, marah.

Yep, marah. Yg terburuk, marah sama diri sendiri. Marahnya juga krn marah. Kacau kan? Seperti binatang yg terluka, saya bukannya mencari solusi utk menyembuhkan. Saya malah menyerang. Dan akhirnya yg terluka diri sendiri.

Gagal move on, siklus yg mengerikan. Bahkan mematikan. Dramatis? Karena kadang emang gitu rasanya. Ironisnya lagi, terjadinya karena pilihan sendiri. Padahal, semakin gak mau melepaskan dan melanjutkan, semakin gagal prosesnya. Semakin menyakitkan.

Jadi gimana dong biar bisa move on?

Dua pilihan. Menerima atau menghindar. Kebanyakan org biasanya menghindar dgn cara yg beda-beda. Salah satu cara yg paling disukai adalah dgn menyibukkan diri, berharap bisa melupakan pada akhirnya.

Menerima adalah sebenarnya cara terbaik untuk merubah kegagalan jadi keberhasilan. Itu idealnya. Sayangnya, gak banyak manusia yg bisa langsung masuk tahap ini. Manusiawi ketika ada kejadian yg menyakitkan adalah menolaknya. Sama kaya’ ketika kita terluka secara fisik. Bedanya ketika luka secara fisik, kita langsung cari cara utk mengobati dan  menyembuhkannya. Mana ada manusia yg membiarkan lukanya makin menganga?

Ya mungkin cara itu mestinya bisa juga dipake utk luka hati dan harga diri. Cari obatnya, biar sembuh. Menerima kalau memang luka, sakit dan perih. Lalu diobatin biar gak menganga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s