Masokis

Diri sendiri jadi prioritas terbawah
Jadi bulan-bulanan,  bahkan tahunan di injak
Oleh diri sendiri
Sampai benar-benar percaya bahwa tak berharga
Bahkan tidak layak untuk bisa tersenyum
Sekejam itu pada diri sendiri
Untuk apa?
Rasa sakit dibuat sendiri
Untuk simpati?
Buang-buang energi dan waktu
Karena simpati takkan pernah ada
Lalu sekarang apa?
Terus melukai diri sendiri dengan pikiran?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s